Pesona Danau Bratan dan Pura Ulun Danu Bali

Bali adalah sebuah provinsi dengan sektor pariwisata paling maju di Indonesia, bahkan mayoritas orang luar lebih banyak yang mengetahui Bali dibanding Indonesia dan menandainya sebagai salah satu bucket list wajib saat musim liburan tiba. Kebudayaan yang kental dengan penduduk yang ramah akan wisatawan menjadikan Bali tempat favorite buat para traveler.

Awal Maret 2018 lalu saya kembali mengunjungi provinsi ini sendirian saat solo traveling dari Jogja ke Bali. Tujuan saya kesini sebenarnya hanya ingin mengunjungi satu destinasi utama yang sempat tertunda dua tahun yang lalu saat saya ke Bali. Namanya adalah Danau Bratan dengan view Pura Ulun Danu yang menjadi ikon Bali pada pecahan uang Rp 50.000,-. ‎

Lokasi Danau Bratan

Danau Bratan
Bucket list hari ini

Bali memang merupakan provinsi kepulauan yang bisa kita jangkau dengan mudah, namun Denpasar sebagai ibukotanya cukup padat dan ramai akan lalu lintas kendaraan. Jadi kendaraan bermotor merupakan solusi paling efektif untuk bisa memanjangkan langkah para sobat traveler yang pengen ke Bali.

Danau Bratan terletak di kawasan Bedugul, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Danau yang berlokasi paling timur ini terletak di antara dua danau lainnya yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan, yang merupakan gugusan danau kembar di dalam sebuah kaldera yang cukup besar. Iklim di Danau Bratan cukup dingin disertai kabut yang selalu muncul saat musim penghujan, dikarenakan lokasi danau ini berada di daerah ketinggian sehingga memiliki suhu yang sejuk.

Di tengah danau terdapat sebuah pura bernama Pura Ulun Danu, yang merupakan tempat pemujaan kepada Sang Hyang Dewi Danu sebagai pemberi kesuburan. Budaya yang kental dan masih terjaga membuat pura ini menjadi daya tarik utama para wisatawan lokal hingga mancanegara.

Menarik : 4 Wisata Eksotis Bali Super Keren

Perjalanan Menuju Danau Bratan

Bertolak dari bandara Adisucipto, Yogyakarta menuju bandara Ngurah Rai, Bali saya dijemput oleh babang gojek menuju rumah salah satu sobat Ligamers bernama Dika Mahardika, seorang magister komunikasi yang juga bekerja di Bali. Singkat cerita kami sudah membuat itinerary selama tiga hari dibali akan ngapain aja, but setelah saya menyelesaikan misi solo traveling saya yakni ke Danau Bratan.

Hari itu saya memutuskan untuk naik kendaraan roda dua agar perjalanan saya lebih lancar menuju ke lokasi. Namun ternyata Denpasar benar-benar cukup padat seperti yang digambarkan mbah google maps dengan tanda warnah merah dimana-mana.

Awal perjalanan berjalan lancar dengan cuaca yang cukup cerah dengan sedikit berawan. Teriknya matahari membuat saya optimis bisa mendapat banyak stock foto yang menarik, namun tak disangka tak diduga tiba-tiba hujan turun begitu derasnya ditengah matahari yang masih bersinar dengan teriknya. Dalam hati berkata:

“oh inikah Bali yang kadang tiba-tiba ada hujan lewat, hehehe”

Mau tak mau saya menepi untuk membeli jas hujan plastik yang ada celananya, minimally bisa bertahan sampai tiba di lokasi. Beberapa saat setelah saya beli ponco eh malah hujannya berhenti seketika, hahaha. Secara umum jalan menuju ke Danau Bratan cukup mudah, dari bandara kita melewati kota Denpasar kemudian mengambil jalur tanjakan menuju lokasi danau sejauh 50 Km.

Danau Bratan
Tiket masuk Danau Bratan 30k
Danau Bratan
view pukul 18.15 wita

Saya tiba di lokasi pada pukul 18.00 Wita. Awalnya sempat sedih karena tiba sesore ini dengan kondisi badan yang setengah basah. Takut sudah datang jauh-jauh malah ga dapat apa-apa di tempat sekece ini. Tapi, beruntungnya saat itu (pukul 18.10) kondisi masih cukup terang, dan bisa ambil beberapa gambar bagus yang sudah saya idam-idamkan beberapa tahun yang lalu.

12 thoughts on “Pesona Danau Bratan dan Pura Ulun Danu Bali

  1. Deh terpesonaku liat kak. Mauku kurasa ke Bali, semoga pandemi ini cepat berlalu biar bisa atur jadwal travlng dan menikmati betapa indahnya dunia ini.

  2. Kelabu banget ya. Tapi pasti yang di foto dan saat aslinya gak sama persis. Aku udah ke lokasi foto uang seribu, 10 ribu (karena di Palembang hehe) dan 20.000 (kebun teh, umum sih). Kalau yang 2000 dan 5000 bukan tempat spesifik.

    Nah yang 50.000 ini belum kesampaian bahkan uangnya udah diganti ke pecahan baru hehehe.

    1. Wah hebat juga nihh trnyata uang bsa jd referensi liburan hahaa. Yg sulit itu klo ga salah ulang 10.000 lama yg latarnya puncak rinjani

      Utk bali mmg kbtulan kelabu krn sy sampek pas ujan deras hahaha

  3. Jadi kangen ke Bali lagi. Barusan awal tahun ini main kesana dan untuk pertama kalinya juga kesana. Eh btw kemarin waktu kesana sempatka kehujanan juga. Wkwkwk. Tapi kalo Asyraf, bisaji ke Bali lagi semau-maunya. Mantap mentong traveler hits. 😀

    1. Hahaa hujaaan, deraaas pulaa hikz

      Kt jg klo mau ke bali tinggal nyebrangndi lembar. Sy kra kerja di lombok

      Btw ada lanjutan klinik blog kah yg sy bawakan di wa kmrn ?

  4. Belum pernah ke Bali, huu…inimi salah satu list, tempat yang mau saya kunjungi suatu saat nanti.
    Daerah budaya yang kental dengan agamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *