Keunikan Pasar Lontara, Destinasi Digital Pertama di Sulawesi Selatan

Pasar merupakan tempat dilakukannya jual beli oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya setiap hari. Baik itu kebutuhan sandang, papan maupun pangan. Oleh karena itu peran pasar sangat vital dalam kehidupan sehari-hari.

Seiring perkembangan zaman, perkembangan pasar pun semakin modern, hal tersebut terbukti dengan ide kreatif hingga terbentuknya Pasar Lontara yang merupakan salah satu Destinasi Digital gagasan Mentri Pariwisata Arief Yahya.

Pasar Lontara
Kadis Pariwisata Goes to Pasar

Menarik : Apa sih Genpi itu? 

Apa itu Destinasi Digital?

Destinasi Digital merupakan suatu destinasi alias sebuah objek wisata digital yang digagas oleh sobat GenPI yang di publikasikan melalui media sosial seperti InstagramFacebook maupun Twitter dan akhirnya booming dan tren dikalangan masyarakat.

Alih-alih Destinasi Digital ini benar-benar menjelma menjadi salah satu objek pariwisata baru. Seperti salah satu Destinasi Digital yang baru terbentuk beberapa pekan lalu bernama Pasar Lontara  yang diresmikan di Benteng Somba Opu, Sulawesi Selatan pada tanggal 7 Oktober 2018 lalu.

Apa sih Pasar Lontara itu?

Pasar Lontara merupakan salah satu Desetinasi Digital Pertama yang ada di Sulawesi Selatan yang dibentuk oleh sobat GenPI Sulsel. Seperti pasar pada umumnya, di Pasar Lontara juga terjalin hubungan jual beli antara penjual dan pembeli seperti yang saya jelaskan pada awal paragraf. Ada penjual yang menjajakan barang dagangannya pada sebuah lapak atau tenan berbentuk rumah kayu dari bambu dengan atap jerami, serta ada pula pembeli yang silih datang berganti untuk membeli sesuatu di pasar.

Pasar Lontara buka setiap hari minggu di Benteng Somba Opu, jadi sobat traveler yang lagi traveling ke Makassar bisa langsung berkunjung kemari untuk melihat secara langsung Destinasi Digital pertama di Sulsel ini.

Pasar Lontara
Pembukaan Pasar Lontara

Saat ini Pasar Lontara sedang dikembangkan oleh sobat GenPI bersama masyarakat sekitar agar bisa menjadi salah satu bucket list saat traveling ke Makassar. Jika ada yang bertanya mengapa saya harus ke Pasar Lontara? Berikut Keunikan Pasar Lontara, Destinasi Digital Pertama di Sulawesi Selatan:

Pasar Lontara Menjual Jajanan Khas dan Langka

Jika sobat yang lahir di tahun 80 s.d 90an kangen dengan jajanan masa kecil dulu maka jawabannya adalah Pasar Lontara.

Di pasar ini dijual berbagai macam jajanan lawas yang dijual puluhan tahun lalu seperti cucuru bayao, barongko, putu cangkir, pisang ijo dan masih banyak lagi. Semuanya bisa dinikmati disini dengan suasana pasar yang klasik di Benteng Somba Opu.

Harga yang terjangkau dengan berbagai varian yang tersesdia bisa membuat sobat sekalian ketagihan untuk datang lagi, sekalian bernostalgia dengan jajanan khas Makassartempo doloe.

Mata Uang Kayu Yang Unik Untuk Membeli Jajanan

Pasar Lontara
Mata Uang Kayu

Satu yang unik dan beda di pasar ini dibandingkan pasar-pasar lain pada umumnya. Pasar Lontara menggunakan mata uang kayu yang disebut jinggara, yang merupakan mata uang yang dikeluarkan oleh Kerajaan Gowa pada tahun 1653 – 1669. Era Kesultanan Gowa saat itu termasuk salahs atu kerjaan terbesar yang ada di Sulawesi, tak heran jika jinggara masih dikenal dan melekat di ingatan suku Makassar hingga saat ini.

Jinggara ini kemudian digunakan sebagai alat tukar menukar sebagai pengganti uang tunai. Nilai satu jinggata senilai dengan Rp 5000,-. Jadi jika sobat ingin membeli pisang ijo cukup dengan menukarkan satu jinggara saja sudah bisa menikmati lezatnya pisang ijo khas tanah Sulawesi ini.

Spot Foto Keren dan Instagrammable 

Pasar Lontara
Spot foto keceh nihh

Keunikan pasar lontara tak sampai di Jinggara saja, karena walaupun namanya Pasar tapi penampakan tempat ini sangat modern dan cameragenic atau yang populer dikenal saat ini yakni instagrammable.

Tempat ini memiliki banyak spot foto yang keren dan gratis tentunya. Maka dari itu banyak yang sengaja datang kesini untuk berburu konten foto.

Hiburan Yang Menarik Perhatian Wisatawan

Pasar Lontara
Atraksi budaya yang khas

Sambil jajan kita bisa menikmati berbagai pertunjukan yang menarik di Pasar Lontara seperti akustikan, tari budaya  4 etnis, tari ganrang bulo dan masih banyak lagi. Dengan begitu kita turut melestarikan warisan budaya yang ada di Sulsel dengan memperkenalkannya kepada pengunjung Pasar Lontara.

Menarik : Foto Deklarasi Genpi Sulsel

Hal ini bisa menarik perhatian para sobat traveler yang suka  dengan destinasi budaya dalam suatu daerah.  Selain wisata hiburan disini juga ada wisata sejarah, karena lokasi dari pasar ini berada di kawasan rumah adat tradisional yang didalamnya terdapat berbagai macam benda peninggalan sejarah.

Mulai dari baju adat Bugis-Makassar, meriam tempo dulu, tembok bekas bangungan benteng saat perang, hingga naskah kuno zaman dulu, semuanya ada di lokasi ini. Tunggu apa lagi, yuk ke Pasar Lontara!

19 thoughts on “Keunikan Pasar Lontara, Destinasi Digital Pertama di Sulawesi Selatan

  1. Baru tahu kalau Pasar Lontara ini ternyata tiap hari Minggu diadakan. Saya kira hanya pada saat diadakan dulu itu soalnya jarang liat postingan orang di media sosial.

  2. Saya baru tahu nih ada pasar lontara di benteng somba opu. Langsung tertarik nih pengen weekend di sana. Thanks for infonya ya. Semoga bisa kesampaian mengunjungi pasar lontara klu saya naik ke Makassar nanti.

  3. Menarik ya?
    Sebuah ide yang bagus, membuat spot wisata yang sekaligus memelihara sejarah dan budaya.
    Harus dipertahankan ini, minimal untuk menghidupkan kembali Benteng Somba Opu yang terkenal sebagai sisa sejarah Gowa zaman dulu.

  4. MEnarik ya. Belum pernah pi saya ke Pasar Lontara.
    Masih ada ya sampai sekarang. Saya tahunya beberapa bulan lalu ji ada … 6 bulan lalu kalo ndak salah. Saya pikir hanya beberapa kali, ternyata masih ada sampai sekarang ya?

  5. Mantap bro..Pernah temanku yang tinggal di Bemteng Ajak ke sini,,cuma belum ada kesempatan untuk pergi ke Pasar Lontara ini..bdw bagus juga tuk di liput..Kalau datang liat langsung kan bagus nih, hehe

  6. Di Lombok juga ada beberapa destinasi digital seperti Pasar Pancingan dan Pasar Botani. Bukanya pun setiap hari Minggu. Tapi entah mengapa saya belum begitu tertarik ke sana. Mungkin karena bawaannya hari Minggu ya hari leyehleyeh di rumah wkwkkwkw

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *