Menelusuri Keindahan Desa Bulo-bulo Bersama Backpack Takahama

Tak biasanya langit terlihat cerah saat weekend datang di musim penghujan. Hal tersebut membuat saya sangat bersemangat untuk traveling di akhir pekan ini bersama teman-teman pariwisata Kab. Barru, menelusuri keindahan desa bulo-bulo yang masih asri dan sejuk.

Tempo hari saya bertemu bang ono di sebuah cafe. Beliau menceritakan potensi wisata yang ada di Desa Bulo-bulo yang sangat indah. Gunung berjejer begitu rapihnya, sawah bertingkat yang hijau serta awan yang menutupi puncak-puncak gunung menjadi satu paduan pemandangan yang sangat sayang bila dilewatkan. Semua panorama tersebut menjadi satu kesatuan wisata alam yang cantik dan masih jarang terjamah oleh orang luar.

desa bulo-bulo

Dari situlah saya mengatur jadwal bersama bang ono dkk selama dua hari satu malam untuk menelusuri desa yang berhasil membuat saya penasaran tersebut. Perlengkapan yang saya bawa semua saya satukan hanya dalam Backpack Torch Takahama 22L andalan saya yang kuat dan ringan dibawa kemana-mana.

Perjalanan saya mulai dari kota Barru melewati pekkae menuju desa pujananting. Awalnya, perjalanan sangat mulus dengan sedikit candaan diatas motor bersama sobat jalan saya Andi Ammi, Adi dan bang Ono. Hingga bertemu jalan berbatu disertai tikungan tajam dan licin yang membuat perjalanan kami sedikit tegang. Tak sampai disitu saja, waktu menunjukkan pukul 18.30 Wita menandakan malam sudah tiba dimana jarak pandang makin menipis.

Hal tersebut menambah suasana sekitar menjadi semakin tegang. Pasalnya jalan yang kami lewati sangat gelap dan dingin. Jadi, kami memutuskan untuk jalan sepelan dan seaman mungkin agar bisa tiba dengan selamat di desa.

“Biar pelan asal selamat, daripada kencang tapi terancam”

Tiba di Desa Bulo-bulo

desa bulo-bulo

Papan bertuliskan selamat datang di desa Bulo-bulo membuat kami tersenyum, menandakan kami sudah tiba di wilayah desa yang menjadi tujuan kami. Tak lama kemudian kami tiba di rumah kepala desa dan disambut dengan ramah oleh keluarga beliau disertai minuman dan cemilan asin yang enak malam itu.

Sedikit perbincangan bersama teh hangat membuat kami merasa sangat nyaman dan segar kembali. Pak kades dan staf desa dengan antusias bercerita  tentang keindahan desanya yang bisa kita lihat esok hari saat matahari terbit. Semakin kami dengar semakin kami tak sabar menanti esok pagi tiba.

Menelusuri Keindahan Desa Bulo-bulo

desa bulo-bulo

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, yakni menelusuri desa indah yang diceritakan bang ono dan pak kades tadi malam. Keindahan pertama yang saya temui tepat ketika saya bangun pagi dan melihat diatas meja terdapat tuak manis yang segar, hahaha

“tuak adalah minuman segar yang berasal dari pohon aren”

Tanpa pikir panjang dengan lahapnya saya meminum segelas tuak segar yang sudah disediakan tadi. Katanya sih tuak bisa menambah stamina dan kekuatan kita.

Setelah itu lanjut menjelajahi Desa Bulo-bulo:

Pohon Pinus dan Sawah Bertingkat

desa bulo-bulo

desa bulo-bulo

View pinus adalah hal yang umum ditemukan di tempat yang dingin, tapi berbeda di tempat ini karena view pinus  disini tepat di belakangnya terdapat panorama sawah bertingkat yang hijau berjejer dengan rapih. Jika hendak kesini sebaiknya saat musim tanam agar tanaman disekitar memancarkan warna hijau yang terang, cocok buat spot instagrammable yang antimainstream.

Backpack yang saya gunakan pada trip kali ini yakni torch Takahama 22L yang simpel, elegan, tapi kuat. Sangat cocok buat kalian yang mau ngetrip 2-3 hari saja. Ada banyak saku yang tersedia untuk air minum, dompet, baju, pulpen, buku hingga saku untuk laptop 15″ pun ada. Info selengkapnya mengenai Backpack Takahama 22L ada disini.

 

Air Terjun Maddumpue

desa bulo-bulo

Maddumpue berarti berasap dalam bahasa bugis. Jadi air terjun maddumpue berarti air terjn yang berasap. Hal tersebut dapat dilihat ketika melihat air terjun ini dari jauh akan mengeluarkan uap putih menyerupai asap. Kemungkinan karena suhu dingin dipadukan sinar matahari yang terik pada siang hari menimbulkan fenomena asap seeprti itu.

Kolam Bidadari

desa bulo-bulo

Penamaan kolam bidadari merupakan hal baru oleh karena dibawah air terjun terdapat kolam yang bisa kita tempati untuk mandi. View dan ukiran alami bebatuan yang keren menambah kesan artistik yang indah. Seakan-akan kita berenang di kolam buatan padahal ini semua adalah alami.

View Gunung Berawan

desa bulo-bulo

Sepanjang jalan desa bulo-bulo ini kita akan dimanjakan pemandangan yang sangat indah, salah satunya ialah view gunung yang di puncaknya putih seperti salju. Warna putih tersebut merupakan awan tebal yang mengelilingi puncak gunung, sangat pas jadi objek foto landscape fotografi.

Musik Tobentong

Desa bulo-bulo

Terakhir ialah lantunan musik tobentong yang merdu. Para pemain musik terdiri dari mereka yang sudah berumur hingga yang masih anak-anak. Semua kompak dalam satu irama musik yang dinamakan musuk tobentong. Beberapa alat musik diatas dibuat sendiri oleh para warga secara autodidak.

Itulah beberapa objek wisata yang kami temukan di Desa Bulo-bulo. Sebenarnya masih banyak potensi wisata yang belum kami jelajahi yang saya yakin tak kalah indahnya. Satu yang pasti di benak saya yakni kabupaten Barru benar-benar kaya, so tak ada alasan menunda liburan ke Barru guys!

20 thoughts on “Menelusuri Keindahan Desa Bulo-bulo Bersama Backpack Takahama

    1. itu tuak manis langsung dari pohon, klo dari proses sih belum di fermentasi. Kecuali tuaknya disimpan beberapa hari akan terfermentasi jadinya beralkohol. makin lama makin tinggi kandungan alkoholnya… hahaha so ini minuman alkohol andalan Indonesiaa

      hahahaa

  1. wah, cantik sekali desa bolu-bolu. aku baru denger nama desa ini 🙂
    dan tasnya keren! muat banyak dan ruang khusus buat laptop hihi
    mantaaap banget, makasih udah sharing ya kak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.