Delay di Udara Saat Menuju Banda Aceh


Banda Aceh merupakan provinsi yang berlokasi di ujung barat pulau Sumatera sekaligus menjadi titik nol ketika pertama kali memasuki negara Indonesia.

Saat itu saya menang hadiah lomba senilai 7,5jt yang membawa saya bisa terbang ke Provinsi ini untuk pertama kalinya. Maskapai yang saya gunakan adalah si Baju Bataik. Saat itu yang paling saya ingat jelas adalah pramugari yang terlihat sangat muda, seperti anak magang.

isi museum tsunami aceh
Penampakan museum dari luar

Hal ini menunjukkan bahwa transportasi udara di Indonesia semakin naik daun dengan bertambahnya tunas-tunas baru di dunia penerbangan.

Saat itu untuk kesekian kalinya saya menginap di bandara soekarno Hatta, hahaha, dikarenakan penerbangan yang saya ambil take off pada pukul 05.25-08.00.

Perjalanan dari Jakarta menuju Aceh kurang lebih 2 jam perjalanan jika tak macet, hehehe, dari jendela saya melihat ke luar, terlihat pemandangan lautan awan yang sangat indah serta daratan yang mulai terlihat warnanya. Artinya saya sudah dekat dengan Aceh.

Namun, insiden itu tiba-tiba terjadi. Dari depan terlihat para pramugari dan pramugara tampak tegang. Selanjutnya, salah seorang pramugari mengambil gagang telepon dan berkata

“mohon maaf cuaca kurang bersahabat disertai angina kencang, jadi landing akan di tunda untuk sementara waktu”

Saya melihat kesamping dan terlihat para penumpang mangangkat kedua tangannya seraya berdoa agar penerbangan ini baik-baik saja.

Saya pun turut mengangkat tangan sembari menutup mata karena was-was mengetahui bahwa pesawat hanya berkeliling diatas Aceh sambil menunggu cuaca membaik.

Tak terasa 30 menit berlalu dan pesawat masih berkeliling diataas provinsi ini. Diri ini semakin takut dengan situasi yang semakin mencekam. Alih-alih saya hanya bisa menghibur diri dalam hati sambil berkata

“inikah yang namanya Delay di udara?”

Semoga kami semua bisa selamat sampai ke tanah serambi mekkah dan tidak merasakan hal serupa pada perjalanan selanjutnya, Amiin.

5 thoughts on “Delay di Udara Saat Menuju Banda Aceh

  1. Saya pernah juga mas bro, sekitar 30-45 menit berputar-putar di langit Timika krn jarak pandang yg tidak memungkinkan dan akhirnya diputuskan untuk mendarat di bandara Jayapura sekalian isi bahan bakar. Sejam berikutnya barulah terbang kembali ke Timika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *