Kisah Bea Muring Dan Keluarga Baruku di NTT

Bea Muring adalah sebuah desa yang terletak di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. Berkat Ades pada kegiatan Conservacation tempo hari saya mendapatkan keluarga baru di Bumi NTT ini.

Sangat dekat dan hangat mereka menyambut kami layaknya keluarga yang sudah bertahun-tahun tak bertemu. Sebenarnya kami datang sebagai tamu, namun ternyata kami tak merasakan hal itu. Kami serasa datang sebagai anak bungsu yang sangat disayang oleh Ema dan Nde, yang berarti Ayah dan Ibu dalam bahasa Indonesia.

Bea Muring

Dengan ramah mereka menghampiri kami dengan senyum lebar dan sebuah pelukan hangat sambil berkata,

“ayo masuk nak, sudah lama kami menunggu”

Hati serasa bergetar mendengar kalimat yang diucapkan Ema saat itu. Sambil tersenyum saya membalas percakapan pagi itu dengan ucapan,

“Terimakasih telah menyambut kami dengan sangat ramah, izinkan kami melakukan yang terbaik pada kegiatan konservasi ini bersama sobat Ades lainnya”

Menarik : Cerita Beta di Pulau Rote

Penanaman Bibit Pohon dan Buah

Bea Muring adalah desa yang subur, namun ada beberapa potensi yang belum dimaksimalkan seperti jenis pohon yang cocok ditanam serta sumber air yang harus tersu dijaga.

Oleh karena itu Sobat Air Ades pada kegiatan Conservacation ini melakukan kegiatan Reboisasi alias penanama kembali bibit pohon di DAS (Daerah Aliran Sungai) agar tidak terjadi erosi dan air pada sungai tersebut bisa terus menjadi sumber kehidupan warga sekitar.

Bukan hanya itu, Mba Eyi dan Mas Agus bersama Sobat Air Ades lainnya juga memberikan edukasi kepada warga tentang jenis pohon yang cocok ditanam di desa tersebut.

Kunjungan ke PLTMH Waerina

Bea Muring

Listrik merupakan hal yang sangat vital saat ini. Tanpa listrik berbagai kegiatan dan aktifitas terasa sulit dilakukan, terlebih jika malam telah tiba dan gelap menghampiri. Hanya lilin yang menemani di desa ini.

Berawal dari cerita diatas kemudian masyarakat di Bea Muring bersatu dan bergotong-royong untuk mmembuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro dengan menggali bendungan sebagai penampung air. Selanjutnya parit dibuat agar air hasil tampungan dari bendungan bisa dialirkan menuju ke turbin air yang dikopel dengan generator agar bisa menghasilkan listrik

Turbin merupakan alat yang berbentuk baling-baling dan berfungsi sebagai penghasil energi mekanik untuk kemudian diubah menjadi energi listrik. Bahan baku yang digunakan adalah air yang jumlahnya melimpah di mata air Waerina.

Malam Puncak Conservacation

Bea Muring

Tiba saatnya di penghujung kegiatan konservasi air yakni malam kesenian dan kebudayaan sebagai puncak dan sekaligus penutupan kegiatan ini. Pada kegiatan ini ditampilkan berbagai tarian daerah yang sangat khas dan baru petama kali saya melihatnya.  Selain tarian ada juga penampilan olah vokal dan drama yang mengisahkan perjalanan Romo Marsel dan Sobat Air Ades sebagai pejuang air terpilih dari berbagai daerah untuk melakukan koservasi air di Bea Muring.

Hal unik lain yakni masyarakat yang datang ke malam puncak ini sangat antusias, jika saya hitung secara kasar kurang lebih ada 800 sampai 1000 orang yang hadir. Padahal rata-rata rumah para warga di desa ini saling berjauhan, butuh tenaga ekstra dengan berjalan kaki sejauh 2 s.d 5 Km untuk tiba di lokasi ini. Saluuut dah pokoknya sama warga Bea Muring.

Bea Muring

Acara ditutup dengan lagu Kemesraan dari Iwan Fals sambil membeli buah tangan kreatif buatan masyarakat setempat, oleh-oleh yang saya beli yakni kopi NTT buatan warga dan bantal rajutan Bea Muring.

10 thoughts on “Kisah Bea Muring Dan Keluarga Baruku di NTT

  1. Iya saya pun sering mendapatkan perlakuan ramah tamah bila berkunjung ke suatu desa seperti di Nusa Tenggara Timur ini. Keramahan yang tulus dan tidak dibuat-buat. Kita pun merasa nyaman karenanya.

    Semoga konservasi air yang dilakukan di desa ini membuat keluarga Bapak dan Ibu itu semakin Sejahtera. Amin

  2. Saya selalu suka bertandang ke daerah-daerah di Indonesia. Mereka ramah-ramah dan sangat santun. Beberapa kali saya menangis ketika harus berpisah dengan mereka.

    Semoga conservacation dr Ades ini bisa menambah kesejahteraan masyarakat di Bea Muring ya mas. Amin!

    1. MasyaAllah terimakasih,

      saya juga melihat keramahan orang2 di Timur Indonesia yg menyambut kami dengan penuh kesukaan dan rasa senang. padahal baru ketemuan ajaa lho..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.