Menaklukkan Danau Tanralili, Trail Run Edition

Dua tahun lalu tepat pada bulan yang sama saya melakukan tracking ke Danau Tanralili bersama relawan 121 berjumlah 44 orang. Sebuah jumlah yang tidak sedikit dalam suatu perjalanan pendakian. Lama waktu perjalanan yang saya habiskan waktu itu  ialah 2D/1N . Nah sekarang saya ingin mencobanya lagi tapi dengan sistem trail run perjalanan PP alias pulang pergi one day trip layaknya rutinitas yang sering dilakukan runners jukeja alias Indorunners Makassar.

Lokasi Trail Run

Lokasi trail run kali ini ialah di Danau Tanralili yang terletak di Desa Lengkese, Malino – Sulawesi Selatan. Jaraknya dari Kota Makassar sekitar 68 Km menggunakan kendaraan sepeda motor dengan waktu tempuh 2-3 jam perjalanan. Rincian lebih lengkapnya juga sudah pernah saya bahas pada artikel Tanralili sebelumnya berjudul Danau Tanralili, Surga Di Kaki Gunung Bawakaraeng

Cerita Seru Saat Tracking

Awalnya saya berencana berangkat pada tanggal 24 malam dan menginap di rumah teman bernama Ambar di Parangloe bersama Royhan, teman pendakian nanti. Tapi karena sesuatu dan lain hal akhirnya rencana tersebut kandas. Malam hari saya mencoba chat teman seperjalanan saya bernama Royhan “kalau besok subuh benar tidak hujan maka saya akan tetap pergi ke danau tanralili“, isi pesan singkat saya kepada Roy dengan nada tinggi. Toh namanya sudah niat dan di pikiran saya hanya ada tanralili, tanralili dan tanralili. Alhamdulillah keesokan harinya benar tidak hujan jadi saya memakai plan B berangkat pada subuh hari dari kota Makassar tepatnya ba’da subuh sendiri tanpa ditemani Royhan.

Lama perjalanan Makassar-Malino harusnya 2 jam, tapi karena saya sudah rada lupa lokasinya jadi saya hanya menerka-nerka jalan menuju kesana dan tiba pukul 08.00 Wita. 

Tiba disana saya juga lupa rumah kepala desa yang akrab disebut Tata yang selalu menjadi pemberhentian terakhir sebelum masuk pintu gerbang. Finally saya parkir di tempat terdekat di gerbang masuk biar hemat tenaga sedikit, hahaha.

Sebelum masuk jangan lupa mencatatkan nama di pos registrasi sebelum masuk, tujuannya jika ada sesuatu yang buruk terjadi bisa segera diketahui oleh orang terdekat, dalam hati berkata “jangan sampailah, hehehe”. Oh iya biaya registrasi saat ini ternyata sudah naik dari yang dulunya Rp 2.000,- menjadi Rp 5000,-. Tapi masih termasuk murah lah dengan keindahan tempat yang akan dijelajahi nanti.

Pas masuk jalur tracking saya langsung tancap gas dan berlari sekencang mungkin layaknya ceking di serial Ronaldowati, dan akhirnya baru setengah perjalanan saya sudah ngos-ngosan  sambil tarik nafas panjang, hahaha ternyata saya salah strategi. Harusnya saya berjalan dulu saja karena type jalur awal di Tanralili langsung track mendaki kemudian landai dan mendaki lagi. Penjelasan rutenya seperti berikut:

  • Jalur landai begitu masuk pintu gerbang sekitar 100-300 meter.
  • Jalur mendaki di bukit pertama yang cukup terjang dengan elevasi sekitar 60 drajat.
  • jalur landai melewati sungai-sungai kecil dan beberapa air terjun
  • Jalur mendaki standar di bukit kedua
  • Jalur mendaki terjal dengan jurang di sisi kiri dan elevasi 50 drajat
  • Jalur landai dengan pemandangan tebing, jurang dan sungai yang indah.
  • Tiba di lokasi Danau Tanralili

Itulah gambaran jalur yang akan kita lewati ketika ingin melihat penampakan Danau Tanralili yang indah. Awalnya saya agak ragu dengan jalur yang saya lewati, toh saya berangkat hanya sendiri dan hanya meraba-raba jalur pendakian, tapi jangan khawatir bagi yang ingin berangkat sendiri cukup mengikuti step by step penjelasan saya diatas tadi.

Saya sempat khawatir dengan jalur yang saya lewati, apakah sudah benar atau salah, di tengah perjalanan saya baru bisa bernafas legah karena menemukan kelompok yang membawa tas carrier berjalan dari kejauhan berjumlah 6 orang menyapa saya “silahkan lewat kak”, hahaha dalam hati berkata Alhamdulillah jalan yang baru saya lewati merupakan jalan yang lurus yang telah di ridhoi, bukan jalan yang sesat.

“yang saya takutkan yakni tersesat di tengah gunung sendirian, tanpa tenda dan bekal makanan”

Selanjutnya saya kembali tersenyum melihat ada penampakan tenda yang berdiri tegak di seberang jembatan yang baru saya lewati, ternyata  lokasi danau sudah tak jauh dari tenda itu. Saya bergegas berlari dengan semangat dan akhirnya tiba di lokasi dengan selamat.

Saya segera mencari tempat teduh dan beristirahat sembari menikmati pemandangan alam yang ada, rasa capek yang terasa seketika hilang melihat pemandangan indah yang diciptakan Allah SWT.

Oh iya kejadian lucu sempat terjadi saat saya tiba di lokasi, waktu itu saya melihat spot foto dengan view keceh jadi saya bergegas kesana, tau tidak untuk apa? Hanya untuk merekam beberapa detik video viral “bone hitz” dari ketinggian, hahaha orang sulawesi pasti mengerti dan langsung tertawa saat membaca ini. Kemudian saat saya sudah diatas merekam video, dari bawah ternyata saya mendengar teriakan seseorang yang saya kira berteriak memuji, padahal menegur dan memperingatkan kalau tempat yang saya pijaki untuk merekam video bone hitz merupakan daerah rawan longsor. Segera saya masuk kedalam semak-semak bersembunyi dan pergi diam-diam, hahaha semua karena “bone hitz”. Sesampainya dibawah eh malah ketemu si Royhan

Lama waktu perjalanan yang saya lewati kurang lebih 1 jam perjalanan dengan jarak 3 km. Padahal dulu saya sampai berjam-jam melewati ini, ternyata bisa menghemat waktu dengan berlari. Jadi total perjalanan PP Trail Run di Danau Tanralili sekitar 2 jam perjalanan, lumayan cepat bukan?

Catatan Perlengkapan dan Pengeluaran

  • Beli bensin PP 30.000,-
  • Roti kacang ijo 5 buah Rp 10.000,-
  • Air mineral Rp 5.000,-
  • HTM Rp 5.000,-
  • Parkir Rp 5.000,-

Jadi total pengeluaran selama perjalanan ialah Rp 55.000,-. Sangat hemat bukan? Bila dibandingkan jika kita pakai sistem pendakian menggunakan carrier bisa sampai ratusan ribu rupiah. Tapi kita butuh tenaga ekstra jika mau PP. Overall kembali kediri masing-masing sukanya yang mana, mau yang santai menikmati pemandangan atau yang cepat tapi berkeringat. Silahkan dipilih, asal “jangan memilih aku” kalo kata Syahrini, hahaha. Semoga artikelnya bermanfaat, ke Sulsel yuk !

19 thoughts on “Menaklukkan Danau Tanralili, Trail Run Edition

  1. Aih, sulawesi selatan memang punya pemandangan alam yang kaya. Saya ke sana beberapa kali aja masih nggak puas. Baru dengar nama danau tranralili malah. Dan, cuma habis 55 ribu rupiah. hemat sekali.

  2. wahhh.. danaunya keren banget mas. saya berapa kali ke Makassar belum pernah ke Malino. cuma sempat melintas sekejap saat ke Malakaji waktu itu.

    lain waktu mesti/kudu/wajib mampir di Malino nih.

    1. waduh sayang sekali mba, malino malah punya segudang destinasi alam yang murah2, hahaha….

      orang Makassar aja rata2 ngabisin weekendnya di Malino

  3. Sangat layak lah danau yang cantik ini dicapai dengan sedikit susah payah. Untuk tracking naik turun seperti ini sepertinya stamina harus kuat ya Mas, gak cocok untuk emak-emak seperti saya hahaha

    1. iya mba, lumayan keringat yang dikeluarin, hehe iya mumpung masih muda jadi harus sering2 olahraga.

      tapi klo mba evi mau kesini bisa kok, kita jalannya agak nyantai aja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *