Jalan Menuju Sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata

Selamat datang di “Bumi Laskar Pelangi”, ucap salah seorang pramugari manis dari Citilink dengan rute penerbangan yang saya ambil yakni Jakarta (CGK) – Belitung (TJQ). Ternyata judul sebuah buku karangan Andrea Hirata tadi menjadi kebanggaan sendiri di tanah Belitong, penamaan warga sekitar.

Bandara H.AS. Hanandjoeddin

Turun dari pesawat yang pertama saya lakukan ialah mengaktifkan pasangan serasi handphone dan mifi andalan yang sering dibawa kemana-mana, hahaha ciee pasangan. Setelah keduanya aktif ternyata indikator signal menunjukkan warna merah yang artinya tidak ada signal, seketika saya langsung blenk dan ingat kejadian yang sama di Gorontalo bulan lalu. 

Ujung-ujungnya saya menggunakan cara nenek moyang kita dulu traveling yakni bertanya warga sekitar dimana lokasi yang ingin saya tuju hahaha, kemudian Hp saya masukkan dalam tas dan lanjut perjalanan naik ojek dengan pak Yani menuju pusat kota Tanjung Pandang, disana saya menyewa motor pak Agus untuk berkeliling Belitong.

“pak Yani adalah warga lokal Belitung dengan bahasa daerahnya yang khas, komunikasi saya dengan beliau sampai diulang beberapa kali baru menegerti, hahaha pertemuan antara dialeg Makassar dan Belitung ”

Mengapa Sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata?

Saya yakin orang-orang pasti tahu tentang “Laskar Pelangi” entah itu masyarakat Indonesia ataupun luar negeri. Alasan mengapa orang kesini ialah karena rasa penasarannya tentang sekolah tua dan lusuh yang diduduki hanya sekitar 10 siswa saja setiap tahunnya yang dituangkan dalam sebuah buku bertajuk Laskar Pelangi oleh penulis bernama Andrea Hirata Taulani.

Kisah tersebut menjadi cerita yang sangat menarik menurut saya, bagaimana tidak… ternyata ada sebuah sekolah bernama SD Muhammadiyah yang boleh dibilang sangat jauh dari fasilitas menunjang untuk proses belajar mengajar yang notabene nya terletak di dekat Ibukota Indonesia.

Kisah ini  populer di dunia dan berhasil menjadi International Bestseller, diterjemahkan hingga kedalam 40 bahasa asing. Penulisnya bernama Andrea Hirata juga berhasil menyabet penghargaan pemenang pertama New York Book Festival 2013. Semua buku karangannya tersusun rapi dalam sebuah museum bernama “Museum Kata” yang letak nya tak jauh dari SD Muhammadiyah Laskar Pelangi.

Jadi, jika teman-teman ada yang ingin ke sekolah Laskar Pelangi jangan lupa singgah di Museum Kata juga. Museum ini sangat unik dengan berbagai hiasan buku yang berjejer disetiap dinding. Pokoknya sangat berbeda dengan museum-museum yang pernah saya jelajahi sebelumnya.

Bagaimana cara kesana?

Ada beberapa cara untuk kesana, mulai dari mudah hingga sulit dan dari yang murah hingga murah sekali,  berikut caranya:

Cara pertama

Jika kalian berangkat kelompok/rombongan cukup dengan mengikuti open trip dengan meeting point di bandara H.AS. Hanandjoeddin, untuk harga open tripnya sementara saya buat. Silahkan dm IG @ogitravel jika ingin kesana

Cara kedua

Jika kalian berangkat sendiri (solo traveler) ataupun berkelompok tapi ingin menjelajah mandiri bersama kelompok berikut rutenya:

  • Naik pesawat rute Jakarta (CGK) – Belitung (TJQ) Rp 300.000,-an/org
  • Naik taksi menuju pusat kota Tanjung Pandan Rp 40.000,- selanjutnya bisa rental motor/mobil, atau
  • Naik ojek pak yani menuju pusat kota Tanjung Pandan Rp 35.000,-
  • Rental motor Rp 70.000,-/hari
  • Rental mobil Rp 250.000,-/hari
  • Menuju Belitung Timur jika dari pusat kota ambil arah kanan disamping jalan masuk bandara 20 s/d 30 menit
  • Belok kiri  di perempatan desa Badau 10 menit
  • Belok kanan setelah sampai desa terakhir bernama desa Ringgiang??? 15 menit
  • Bertanyalah dimana lokasi pas sekolah Laskar Pelangi pada warga sekitar yang ramah-ramah

HTM

  • SD Muhammadiyah Laskar Pelangi Rp 3.000,-
  • Museum Kata Rp 50.000,- tiket berupa buku yang kita beli
  • Parkir free

Tiba di Lokasi

Sesampainya saya di sekolah laskar pelangi sontak disambut oleh adik-adik dengan wajah polos, gigi masih ompong, senyum lepas dan rasa senang karena kali ini mereka mendapat perhatian dari kunjungan wisatawan.

Awalnya saya mengira sekolah tersebut sudah ditinggalkan sejak 2010 lalu, ternyata sampai 2017 ini masih ramai anak-anak dan wisatawan yang berkunjung, begitu pun dengan Museum Kata.

Ketika saya melangkah masuk kedalam seketika saya merasa kagum dengan dekorasinya, hebatnya lagi di jendela depan pun ada sticker dari trip advisor dengan rating yang tinggi, hahaha andaikan di jendela rumah saya juga anda pasti bakal ramai kayak ini juga.

Itulah itinerary menuju sekolah anak-anak laskar pelangi dan museum kata yang pernah kita tonton dalam serial Laskar Pelangi, semoga bermanfaat. Saya akhiri dengan kalimat inspiratif :

“Bermimpilah maka tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu, Andrea Hirata”

Senyuman lugu anak-anak laskar pelangi

10 thoughts on “Jalan Menuju Sekolah Laskar Pelangi dan Museum Kata

    1. iyaa nihh, bahkan ada sticker trip advisor nya. hahahaa rating nya bagus

      recomended lah bagi para kutu buku, pasti bakal seneng kalo kesini

  1. Saya ke sini 5 tahun yang lalu, Museum Kata belum ada. Motoran dari Tanjung Pandan, ke Vihara Kwan Im dan Pantai Burung Mandi, lanjut keliling Manggar, dan terakhir ke Gantong sama SD Laskar Pelangi. Eh sempat muter-muter di Bendungan Kepice juga. Balik sudah kemaleman, jalanan gelap dan sepiiii banget.

    Motoran di Belitung enak banget ya. Jalanan sepi, mulus, dan lebar.

    1. sekarang akses ke belitung timur juga masih sepi kok, hahaha

      saya pulang pas malam juga, sangat sepi dan gelapp. but jalannya mulus dan lancaar jayaa… hahaha enak bawa motornya

    1. kalau di museum kata tiket masuknya kita beli langsung dpet buku saku gratis karya andrea hirata.

      lumayan sih menurut saya, didalam juga dekorasinya bagus dan unik…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *