Jelajah Sumatera Selatan Sendirian

Tak terasa Warung Blogger (WB) sudah berumur 6 tahun sejak didirikan 25 Mei 2011 lalu. Pada umur ke 6 ini WB melaksanakan kompetisi blog dengan tema “Best Blogger Moment”, sebuah tema yang sangat familiar mengingat para blogger pastinya punya segudang pengalaman yang sangat menarik untuk diceritakan. Sebagai warga WB yang setia saya sangat senang mengikuti kompetisi ini karena selain bisa sharing tentang moment perjalanan kita juga bisa turut menyemarakkan umur ke-6 Warung Blogger.

      Best Moment yang ingin saya ceritakan ialah ketika saya melakukan perjalanan sendiri ke kota pempek Palembang, Sumatera Selatan. Ada banyak perjalanan saya sendirian ke kota atau provinsi yang ada di Indonesia, tapi saya memilih perjalanan ke Sumsel karena banyak moment seru yang saya bisa saya ceritakan disana. Baiklah mari kita bahas pengalaman menarik mulai dari berangkat hingga pulangnya saya bersama daypack andalan ini.

Naik bus di tengah laut

Jadi ceritanya saya berangkat pada musim liburan ke Palembang dimana harga tiket super mahal dan saya belum memesan tiket sama sekali, jadi solusinya ialah perjalanan darat yang konon katanya murah tapi lama. Tapi saya tidak khawatir akan hal itu karena bisa disiasati dengan berangkat malam hari sehingga kita bisa tidur selama perjalanan.

Saya start di pulau jawa tepatnya di provinsi Banten kemudian naik kendaraan milik pak Ferry alias naik Kapal Ferry dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni Lampung dengan hanya mengeluarkan uang senilai Rp 13.000,- saja. Ketika saya sudah berada diatas kapal selanjutnya saya mencoba iseng dengan menjelajah keliling kapal ferry dari dek ke dek. Tujuan saya sebenarnya ialah untuk mencari bus menuju Palembang yang menyebrang melewati selat sunda ini dikarenakan saya belum memesan bus sebelumnya. Alhasil dengan keberuntungan blogger saya menemukan banyak bus di dek paling bawah yang sudah stand by, kemudian saya mencari kursi yang masih kosong untuk perjalanan menuju kota pempek ini dan Alhamdulillah saya menemukannya…. bahkan dengan harga yang sangat murah, sungguh merupakan keberuntungan lagi. Akhirnya saya naik bus diatas kapal ferry tersebut dan langsung menuju ke provinsi Sumsel

Mencari Ampera

Sesampainya di Palembang saya diturunkan di sebuah perempatan jalan raya yang ramai lalu lintas, ya… saya masih ingat jelas nama jalan tersebut ialah Jl. Parameswara. Sambil kebingungan dan tidak tau arah saya mulai khawatir dan mencoba berjalan kaki menyusuri jalan tersebut sampai benar-benar capek dan berkeringat, dalam hati berkata “ini jalan kenapa tidak ada ujungnya”. Kemudian saya menepi kepinggir jalan kemudian searching dan menelpon rental motor yang ada di Palembang, tapi sayang sekali keberuntungan blogger sirna disini, semuanya sudah full booked padahal tujuan saya hanya ingin melihat Jembatan Ampera. Kemudian saya memberanikan diri naik angkot sembari membuka Maps untuk menuju Ampera. Ternyata angkot disini jauh dekatnya hanya bayar Rp 4.000,- saja, dengan bahasa Indonesia saya bertanya “pak ke Ampera” kemudian dibalas dengan bahasa Palembang, hahaha yang tidak tau bagaimana tulisannya, intinya banyak berakhiran huruf “o”, kemudian saya diantarkan sampai ke Jembatan Ampera Alhamdulillah.

Ampera di malam hari

Jalan-jalan sendiri di Palembang

Setelah tau harga angkot Palembang yang murah saya kemudian melanjutkan perjalanan sendiri naik angkot sambil mencoba berlogat Palembang hahaha, dari angkot ke angkot saya mengelilingi banyak daerah wisata seru yang ada disini seperti Monpera, Pulau kemaro, Pohon Cinta,  Masjid Agung, Sungai Musi, Bait Al-Qur’an Al-Akbar, Pasar Kuto, makan Pempek, makan Mie Celor, makan pindang ikan, Bukit Siguntang, Museum Sriwijaya Museum Balaputeradewa, Rumah Limas dan masih banyak lagi. Tapi yang paling saya ingat ketika mengunjungi Stadion Jakabaring Gelora Sriwijaya dimana saya naik angkot kesana kemudian berkeliling hingga waktu malam tiba. Ternyata didepan Jakabaring bukanlah jalur angkot, akhirnya saya berjalan kaki keluar sembari mencari melambaikan tangan mencari tumpangan untuk kembali ke Ampera (cuma tau ampere, hahaha). Beberapa saat kemudian sekitar 1 Km saya berjalan kaki Alhamdulillah ada bapak-bapak berkumis yang berbaik hati memberikan tumpangan untuk kembali ke titik awal saya yakni jembatan ampera.

Pulang lewat jalur langit

Setelah puas berkeliling di kota pempek ini saya kemudian bersiap untuk pulang naik bus lagi, tapi kalau membayangkan perjalanan ketika berangkat naik bus dimana kita harus melewati jalur darat kemudian jalur laut dan kemudian jalur darat lagi rasanya sangat melelahkan. Lama perjalanan sekitar 10-12 jam jika tak ada macet di Indralaya. Yasudah, saya coba membandingkan harga bus dan tiket pesawat Palembang-Jakarta ternyata bedanya hanya Rp 100.000,- dengan waktu tempuh kayak lagu neng sazkia gotik yakni 1 jam saja, hmm mungkin karena musim liburan telah usai. Akhirnya saya memilih naik pesawat, hehehe sekalian melihat bandara Sultan Mahmud Badaruddin II yang ada di uang pecahan Rp 10.000,- itu lho.

Bandara SMB II Palembang

Nah itulah tadi “Best Blogger Moment” alias momen terbaik yang pernah saya lalui dimana saya pergi kesebuah provinsi dengan melewati semua jenis transportasi yang ada yakni transportasi darat – laut – udara. Sungguh merupakan sebuah pengalaman yang tak terlupakan bisa melancong sendiri dengan modal rasa ingin tahu dan keberanian insyallah kita bisa sampai ke tempat yang kita inginkan. Oh iya… Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog ulang tahun ke-6 tahun Warung Blogger. Semoga warga WB rukun selalu dan terus memberikan artikel-artikel yang menarik dan bermanfaat.

 

13 thoughts on “Jelajah Sumatera Selatan Sendirian

  1. cerita yang menarik, saya jadi pengen juga ke palembang.

    kayaknya rute darat lebih murah yah jika kita tinggal didaerah banten dan sekitarnya

  2. saya tertarik dengan jenis kuliner yang ada di foto2 nya. hehe
    walaupun namanya kota pempek tapi ternyata ada banyak kuliner lain yang tidak kalah enaknya dengan pempek yah…
    semoga ada rezky bisa ke Palembang deh, nice info om mydaypack

  3. coba ngehubungin blogger palembang, ada deddy huang atau oomndut, mayan tuh bisa diajak muter-muter sekaligus punya teman baru, atau memang kamu sudah kenal mereka semua? yah aku baru tau lomba ini kemarin dan sudah lewat batas hiks

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *