Serunya Tantangan Downhill Rute Bandung – Purwakarta

      Melihat judulnya yang diawali kata “Downhill pasti terdengar extreme, dan jawabannya memang iya rutenya sangatlah menantang. Awalnya saya sudah memikirkan judul artikel “Gowes Santai di Bandung” tapi ketika tiba di lokasi saya berubah pikiran tentang judul artikel ini nantinya.

Awal cerita

      Jadi ceritanya saya lagi makan sama temen yang bernama Bagas di sebuah kantin, kemudian diceritakanlah kalau ada kegiatan gowes mingguan di Bandung oleh perkumpulan sepeda yang bernama IPCC. Kata awalnya saja yang bertuliskan GOWES! Nah, berarti kita akan pergi naik sepedaan santai rame-rame. Apalagi di Bandung kan suasananya sejuk serta pemandangan alam yang indah eh jangan lupa pemandangan kotanya juga indah, biasa banyak gadis Bandung yang bening-bening hahaha. Jadi saya pun menerima ajakan si Bagas dan langsung cuss cari sepeda dan helm.

Loading Sepeda

      Akhirnya saya menemukan sepeda dari keluarga yang tinggal di daerah Anyer, ternyata saya punya juga keluarga di Banten, hehe. Setelah itu saya melanjutkan naik sepeda ke mepo di PCI dan Harjatani dengan santai sambil pemanasan ceritanye….

      Sesampainya di lokasi untuk loading sepeda, ternyata tinggal sepeda saya yang ditunggu untuk berangkat hahaha padahal tadi naik sepedaannya santai banget dari Anyer, wadduh suwun pak wes ditungguin.

Tiba di Lokasi

      Perjalanan Banten-Bandung kami tempuh sekitar 6-8 jam karena kami berangkat pukul 00.00 sehingga perjalanannya bisa lebih cepat dari waktu normal. Setibanya di Bandung ada ajakan salah satu goweser untuk singgah makan lontong sayur dulu di salah satu jajanan kaki lima yang katanya enak, dan semuanya serentak setuju, hahaha yang namanya makan memang selalu menjadi prioritas dari yang lain. Setelah puas mencicipi lontong sayur pak de kami melanjutkan perjalanan menuju lokasi dengan melewati kota Bandung, belok kiri belok kanan mendaki gunung turun lembah liat sungai, pokoknya kayak Ninja Hatori dahhh….. Eh ternyata sudah tiba di lokasinya yaitu di Cimahi yang kata orang-orang Bandung Barat da nada lagi yang berkata Bandung Coret, hemm.

Start Gowes Downhill

      Setibanya dilokasi langsung disuguhi pemandangan yang indah dengan suasana yang cukup dingin. Sambil unloading sepeda semuanya sudah mempersiapkan gaya masing-masing, tapi saya malah sibuk mempersiapkan air minum sebanyak mungkin, hahaha kayaknya rutenya lumayan jauh jadi musti ngantongin air minum sebanyak mungkin. Selain air minum saya berinisiatif untuk membawa Tas Medis selama perjalanan untuk jaga-jaga. Setelah semua persiapan selesai kita berangkat sama-sama naik sepeda melewati jalan setapak pukul 09.00 WIB. Tak sampai beberapa menit eh semua pada turun dari sepeda dan mendorongnya… dari sinilah kelihatan kalau rute ini kayaknya bukan Gowes lagi, hahaha.

       Jalan yang licin karena hujan menjadi rintangan terbesar kami, tapi semua tetap pede dan mulai bisa beradaptasi dengan medannya. Tak lama dari lokasi start ada gowser yang jatuh di lobang karena semak belukar yang tinggi, jadi lobangnya tidak kelihatan, tapi amanlah masih bisa diatasi. Tak lama setelah ada yang jatuh dari lobang eh ada yang jatuh lagi ke semak-semak dengan kecepatan tinggi, alhasil kacamata pak goweser itu patah serta beberapa luka memar dan lutut yang berdarah. Nah, disini awal mula saya mulai sibuk dengan tas medis yang saya bawa tadi, jadi saya bergegas kedepan memberi first aid pada si bapak. Jatuhnya si bapak ternyata tak menjadi alas an untuk tidak melanjutkan perjalanan, malah setelah jatuh si bapak jadi tambah semangat dan menyemangati para goweser lain yang masih muda-muda. Jadi semangat juga melihat bapak yang sudah jatuh eh malah makin semangat, ok kita cuss melanjutkan perjalanan terjal ini.

Rute Turun Gunung

      Setelah mengayuh sepeda sekitar dua jam lebih ternyata saya baru sadar kalau tadi kita naik gunung sampai puncak kemudian turun bebas sampai Purwakarta. Maka dari itu judul Downhill ini sangat cocok menggantikan judul sebelumnya tentang Gowes,

padahal saya sudah membayangkan naik sepedaannya santai mengitari kota Bandung dengan pemandangan alam (dan gadis Bandung) yang indah, hahaha

       semuanya sirna melihat jalan terjal dan penuh lumpur ini. Tapi, disisi lain saya dan para goweser lain sangat menikmati rute extreme yang sangat menantang ini dimana sepeda kita bisa melaju lebih cepat dari sepeda motor. Kalau diingat game masa kecil dulu ternyata downhill tak semudah memencet stick PS2 game Downhill yang dulu sering kita maini setiap hari.

      Seiring berjalannya waktu jalan semakin terjal dan satu persatu para goweser berjatuhan karena licinnya medan yang membuat lutut mereka semua bonyok dan memar. Tapi hal yang unik yakni walaupun sering jatuh dan banyak luka semua menikmatinya sabil tertawa. Kalau ada jatuh bukannya ditolong, tapi diketawain dulu terus di foto, hahaha. Mungkin disitulah serunya rute downhill ini yang bisa membuat kita yang dari berbagai usia dan kalangan menjadi kompak.

      Tak lama setelah melewati jalan terjal tadi tibalah kita melihat jalan aspal. Terlihat raut wajah para goweser yang terlihat sangat sumringah (bahagia tiada tara) melihat jalan yang tak lagi becek, hahaha kayak belum pernah lihat aspal saja. Sekitar 15 menit melewati jalan beraspal tibalah kita di jalur finish sekitar pukul 16.00 WIB yakni di jalan poros masuk Purwakarta tepatnya di Rumah makan yang entah apa namanya saya juga lupa bertanya.

      Setelah sampai kita kembali loading sepeda dan cuss pulang naik elf menuju kediaman masing-masing. Kacamata patah, lutut bonyok, betis memar, kaki lecet dan masih banyak lagi jenis luka akan menjadi oleh-oleh unik kami dirumah. Tapi dibelakang luka-luka tersebut ada tawa, keseruan, kekompakan, kerjasama dan solidaritas yang kami dapatkan dalam sebuah team.

Saya merekomendasikan Rute ini bagi yang suka tantangan…

4 thoughts on “Serunya Tantangan Downhill Rute Bandung – Purwakarta

  1. Hahaha, di game PS 2 mah gampang ya mau ngajadikeun teh, kang. hehehe

    Wah jadi kabita pengen nge-downhill juga. Tapi belum kebeli sepedanya euy. hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *