Snorkeling Pulau Tunda Yang Tertunda

      Rabu, 15 Februari 2017 merupakan hari libur nasional yang telah ditetapkan pak Presiden tempo hari. Suasana pada hari rabu ini sangatlah panas karena dilakukannya pilkada serentak di beberapa provinsi di Indonesia. Karena suasana yang panas itu saya dan anak rantau yang lain merasa panas juga hahaha, bukan karena pilkadanya tapi karena ingin melakukan trip di tempat yang panas-panasan juga. Singkat cerita dari percakapan kami malam itu setelah mendengar ada hari libur sontak kami merencanakan one day trip disebuah tempat yang katanya indah bernama Pulau Tunda. Tapi kenapa musti Pulau Tunda, kenapa bukan Pulau burung (dua), Pulau Mojan Besar (tiga), Pulau Pamujan Kecil (empat) ataupun Pulau Lima? Padahal jarak antar pulau-pulau tersebut tidak begitu jauh.

Mengapa Pulau Tunda ?

      Pulau tunda merupakan pulau yang bisa dijangkau dengan mudah dari arah serang dan sekitarnya. Selain itu, pulau ini juga katanya menawarkan pesona akuarium bawah laut yang indah serta wisata pulau yang nyaman untuk bersantai dan ngariung alias kumpul bareng teman. Saya menyebut jalan-jalan kali ini dengan “episode dolan karo konco” yang berarti episode jalan bersama sahabat. Meskipun ada beberapa pulau tetangga yang juga tidak kalah indahnya, namun pulau ini memiliki laut yang lebih biru dan karang bawah laut yang lebih indah dibandingkan yang lain karena lokasinya adalah yang terluar dari pulau-pulau lainnya.

Dimana lokasinya ?

Pulau tunda secara administratif terletak di kota Serang, Banten dengan luas sekitar 300 hektare yang juga masih termasuk dalam gugusan pulau seribu.

Apa saja yang bisa dilakukan di pulau ini?

  • Snorkeling.
  • Berjemur.
  • Berenang di laut lepas.
  • Memancing, kata bapak pemilik kapal alangkah bagusnya membawa alat pancing karena disana banyak ikan.
  • Bakar-bakar ikan
  • Camping, bagi yang ingin lebih dari one day trip bisa bawa tenda untuk menginap disana.
  • Dokumentasi

Bagaimana cara ke Pulau Tunda?

      Jika start dari serang dan sekitarnya kita harus menuju sebuah tempat yang bernama Pelabuhan Karangantu, karena disitulah tempat kapal-kapal antar pulau lalu lalang. Berikut rinciannya transportasi jika start dari Cilegon:

  • Angkot Rp 100.000,-/angkot menuju stasiun cilegon (087871445792 – Pak Usap)
  • Kereta api Rp 8.000,-/org dari St. Cilegon menuju St. Karangantu berangkat pukul 06.30 WIB
  • Jalan kaki menuju pelabuhan karangantu – 5 Menit
  • Kapal Rp 1.500.000,-/kapal menuju pulau tunda – 2 Jam

      Setelah kami sampai di pelabuhan karangantu selanjutnya kami melewati jalur laut selama kurang lebih 2 jam untuk tiba di pulau tersebut. Berangkat dengan hati senang dan saling bercanda mewarnai perjalanan kami diatas kapal. Setelah 30 menit berlalu satu persatu mulai terdiam dan memisahkan diri ke sisi lain kapal yang berbeda, kenapa? Ternyata satu persatu mulai merasa mual dan mabuk laut, hahaha.

      Tak terasa sejam lebih sudah berada diatas kapal dan pulaunya pun mulai terlihat. Rasa mabuk anak-anak tiba-tiba hilang  saat melihat penampakan pulau dari jauh. Tapi bersamaan dengan itu ada KABAR BURUK dari bapak pengemudi kapal datang, katanya kapal mengalami trouble yakni mesinnya kemasukan air dan tiba-tiba mati di tengah perjalanan kami ke pulau tunda. Wajah-wajah senang tadi sontak berubah menjadi wajah khawatir, hahaha sebuah momen yang seru ketika mengingatnya.

      Sambil memperbaiki kerusakan mesin kapal si bapak berkata “ini pelampungnya, kita berenang dan snorkeling di sekitaran pulau terdekat ini saja dulu”. Pulau terdekat yang dimaksud ialah Pulau Tiga yang berada tidak jauh dari posisi kapal mengalami trouble. Selanjutnya semua bergegas memakai pelampung  dan alat snorkeling untuk berenang menuju pulau. Meski perjalanan pulau tunda kali ini tertunda ternyata kita turun di sebuah pulau yang ternyata memiliki pemandangan yang tidak kalah indahnya dengan Pulau Lima yang saya kunjungi bulan lalu. Namanya ialah Pulau Tiga yang terletak tepat sebelum Pulau Tunda, selengkapnya baca artikelnya di Terdampar di Pulau Tiga. Mau tidak mau artikel yang saya rencanakan dengan judul SNORKELING PULAU TUNDA JANGAN DI TUNDA-TUNDA berubah menjadi SNORKELING PULAU TUNDA YANG TERTUNDA.

      Itulah tadi cerita snorkeling pulau tunda yang benar-benar tertunda. Entah kebetulan atau bagaimana bisa terjadi hal yang seperti ini, tapi untung terdamparnya di pulau yang indah dan memiliki spot foto yang keren, hahaha jadi terdamparnya mah asik-asik aja sama sahabat daypack yang lain. Hal berkesan pada episode “dolan karo konco” kali ini ialah bisa merasakan berenang dari kapal yang berhenti ditengah laut menuju sebuah pulau dengan jarak beberapa kilometer dari daratan pulau plus oleh-oleh wajah yang terbakar sampai pada hari ini saya menulis artikel ini. Tapi semuanya terbungkus rapi dalam keseruan trip bersama sahabat daypack yang lain.

9 thoughts on “Snorkeling Pulau Tunda Yang Tertunda

  1. Nggak apa-apa Mas, yang penting bisa pulang dengan selamat lalu menulis postingan ini, hihi. Kabar buruk di tengah jalan bagaikan bumbu yang menambah nikmat perjalanan, asal selesai dengan baik tentunya. Ada alasan lagi kan untuk kembali ke kawasan itu, menyelesaikan apa yang tertunda, hehe. Tapi ngomong-ngomong, mana foto bawah lautnya. Lumayan untuk memberi pengetahuan pada saya yang tak bisa berenang ini, haha.

    1. siya hehee, alhamdulillah bisa pulang dengan selamat, yang terpenting sebenarnya itu sih..
      klo foto underwaternya kan saya tidak sampai di pulau tunda gan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *