Wisata Kuliner Sate Maranggi

    Kali ini ogi traveler akan menceritakan pengalaman berwisata kuliner tempo hari di kota Purwakarta. Indonesia kaya akan suku, bahasa, adat dan kuliner tentunya, salah satu kuliner yang sangat digemari di masyarakat luas adalah “sate” yang merupakan jajanan kaki lima favorit masyarakat Indonesia. Ada banyak jenis sate yang pernah saya coba seperti sate madura, sate telur puyuh, sate usus, sate lalat, kecuali sate yang satu ini yaitu Sate Maranggi yang notabene nya memang tidak memiliki cabang dimanapun di Indonesia,

img_20160910_133656

jadi jika kalian ingin mencicipinya maka kalian harus langsung ke Purwakarta, Jawa Barat. Tidak sedikit sahabat saya dari jawa juga sunda sering membicarakan mengenai kelezatan sate maranggi yang sangat khas yang membuat orang jatuh hati akan kelezatannya, dari situlah saya menetapkan destinasi selanjutnya adalah wisata kuliner di Sate Maranggi.

img_20160910_133149
Sate Maranggi Cibungur
img_20160910_132438
Spanduk dengan slogan khas
img_20160910_131847
Parkiran yang selalu penuh mobil mewah
img_20160910_132058
Mencari tempat kosong

 

img_20160910_133137
Proses pembakaran sate

       Saat pertamakali tiba saya langsung kaget melihat begitu banyak kendaraan yang parkir di tempat ini, kendaraan-kendaraan di tempat tersebut 70% adalah kendaraan roda 4 yang merupakan kalangan atas. Padahal tempat ini begitu sederhana dan terlihat seperti rumah makan biasa. Saya pun semakin penasaran mengapa begitu banyak pengunjung di tempat ini.

       Sate Maranggi merupakan sate khas tanah sunda yang berlokasi di Cibungur Kota Purwakarta, Jawa Barat. Ada banyak jajakan Sate Maranggi di Jawa barat, namun yang benar-benar orisinil dan memiliki citarasa khas berada di Cibungur, Kota Purwakarta. Perbedaan sate ini dengan sate-sate yang lain ada di proses perendaman daging dalam bumbu khusus sebelum dibakar sehingga citarasa daging sate nya bisa terasa oleh lidah sampai ke serat-serat daging paling dalam. Selain itu sate ini proses penyajian sate ini menjadi lengkap bersama bumbu kecap  khas dengan rempah-rempah khusus, dengan irisan tomat segar dan bawang merah sehingga menciptakan perpaduan rasa daging yang empuk dengan citarasanya, irisan tomat segar, aroma bawang yang harum serta resep rempah-rempah yang khas membuat lidah kita ketagihan. Berbicara mengenai harga, sate satu tusuknya senilai Rp 4.000,- es kelapa muda Rp 15.000,- dan sop buntutnya seharga Rp 30.000,-. Harga-harga tersebut lumayan tinggi, tapi harga berbading lurus dengan rasa dari Sate Maranggi ini. Selain selain memiliki citarasa yang khas, daging sate ini juga empuk dan memiliki ukuran lebih besar dibandingkan sate pada umumnya. So dijamin tidak bakal menyesal, yang ada malah bakal rindu dengan rasanya yang khas.

img_20160910_133320
Sate Maranggi
img_20160910_133617
Paket lengkap
img_20160910_132118
Antusiasme penggemar Sate Maranggi
img_20160910_132412
Antusiasme penggemar Sate Maranggi

     

img_20160910_132928
Antusiasme penggemar Sate Maranggi
img_20160910_132939
Antusiasme penggemar Sate Maranggi
img_20160910_132933
Antusiasme penggemar Sate Maranggi
img_20160910_140913
Loket pembayaran
img_20160910_132315
Daftar menu
img_20160910_142708
Buah tangan

     Selain menjual sate, di tempat ini juga menjual pernak pernik dan barang-barang unik yang bisa menjadi buah tangan saat pulang seperti gantungan kunci, gelang, baju, keramik, dan masih banyak lagi.

img_20160910_141522
Buah tangan

   Bukan hanya masyarakat luas yang sering ke tempat ini, bahkan kalangan artis dan pejabat-pejabat Negara pasti menyempatkan untuk mencicipi Sate Maranggi. Salah satu yang sempat saya baca di kompas.com menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo disuguhi menu santap siang spesial, yakni sate maranggi dan kopi mandailing, dalam pertemuan dengan para CEO di Korea Selatan (Korsel), Senin (16/5/2016).Saat itu, Presiden menghadiri acara Working Lunch dengan 20 perusahaan besar Korsel yang digelar di Athena Garden, Lotte Hotel, Seoul, Korsel.

      Akses menuju ke Cibungur sangatlah mudah, jika kalian dari Jakarta bisa naik bus (Rp 30.000,-) jurusan Kp. Rambutan – Purwakarta di terminal bus Kampung Rambutan mulai pagi sampai malam pada pukul 21.00 Wib. Jadi jika kalian berada di luar kota Jakarta kalian harus ke Jakarta dengan estimasi biaya sesuai lokasi tempat tinggal.

7 thoughts on “Wisata Kuliner Sate Maranggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *